Oleh: M. S. Habibi & A. M Azisi
Kyai Hasan Abdillah dikenal sebagai sosok yang dermawan oleh semua orang, terutama keluarga dan para santrinya. Kyai Hasan kerap kali membagikan uang selepas jama’ah sholat subuh di masjid pondoknya yang hanya berbatasan dengan tembok dengan ndalem pondok, ungkap pak Sholeh, salah satu alumni abdi ndalem Kyai Hasan. Terutama kepada orang-orang yang sudah sepuh dan sudah tidak kuat bekerja. Uang yang dibagikan terkadang dimasukkan ke dalam amplop, dan terkadang hanya dilipat. Hal ini dilakukan beliau untuk senantiasa ditiru oleh para santrinya.
Tidak hanya itu, Kyai Hasan juga kerap kali membagikan uang kepada anak-anak kecil selepas sholat jum’at. Kedermawanan beliau akan selalu dikenang oleh para pecintanya.
Diceritakan pula bahwa Kyai Hasan juga sangat menghargai tenaga seseorang. Jikalau ada santrinya atau orang yang dekat dengan Kyai Hasan yang dimintai tolong, maka Kyai Hasan akan memberikan uang kepada orang tersebut. Meskipun orang itu menolak pemberian Kyai karena ikhlas membantu, maka Kyai meniatkan bershodaqoh kepada orang tersebut. Jadi, bagaimana uang yang akan diberikan kepada orang tersebut oleh Kyai harus sampai dan diterima.
Bahkan dulu ketika membangun masjid pondoknya, Kyai Hasan juga tidak seperti pada umumnya, yang memberi upah pada tukang bangunan lima hari atau seminggu sekali. Kyai Hasan paling lambat dua hari sekali memberi upah kepada tukang bangunan itu. Karena Kyai Hasan paham betul takutnya orang-orang yang membantu membangun masjid itu membutuhkan suatu saat.
Kyai Hasan Abdillah sendiri pernah berpesan.
“Lek iso, ngekei upah iku ojo sampek kringete iku garing (Kalau bisa, memberi upah kepada seseorang itu jangan sampai keringatnya kering)”.
Dari apa yang dipesankan oleh Kyai Hasan Abdillah kepada kita semua, setidaknya kita sekarang tahu tentang cara bertingkah laku kepada seseorang yang dimintai tolong, dan dari sini juga Kyai Hasan memberikan contoh yang begitu mulia untuk senantiasa bersedekah kepada semua orang, kapanpun dan dimanapun itu.
Tinggalkan komentar